Metode proses belajar mengajar

Diposkan oleh Deni Dn on Sabtu, 22 September 2012
METODA PROSRES BELAJAR MENGAJA

PENDAHULUAN

Metode dapat diartikan sebagai tehnik, cara atau prosedur, setiap kegiatan, mengajar memerlukan metoda yang tepat dan relevan untuk mencapai tujuan. Karena itu persiapan mengajar dengan target dapat menghasilkan rencana pengajaran, oleh karena itu guru harus memikirkan metode secara seksama.
Beberapa prinsip pemikiran metode mengajar adalah :
1.    Memikirkan  metode mengajar sangatlah penting dalam tugas pendidikan dan pengajaran, karena guru harus memberikan telada keguruannya diantara guru dan murid-muridnya senantiasa terjadi interaksi dialogis.
2.    Metode mengajar yang perlu kita pilih dan kembangkan haruslah kreatif, menekankan kegiatan peserta didik selaku pelaku tugas sementara itu guru hanya berperan sebagai pembimbing, pemberi arah dan bantuan seperlunya. Seterusnya kegiatan belajar kreatif dapat menumbuhkan kreatifitas baru dalam pemikiran, perasan, dan sikap dari peserta didik. Disamping itu dengan tugas mengajar kita harus berupaya sehingga peserta didik memperoleh makna dari apa yang telah dipelajarinya.
3.    Sesungguhnya tidak ada metode mengajar yang dapat dikatagorikan paling tepat bagi setiap kesempatan mengajar, karena itu kita harus selektif sehubungan dengan pemilihan dan pengambilan keputusan tentang metode ini.
         Pemilihan metode mengajar yang "tepat" ditentukan oleh
         berbagai faktor :
a.    Kemampuan dan keterampilan guru dalam menggunakan metode yang ditetapkanya.
b.    Kebutuhan peserta didik, dalam segi apakah guru mengharapkan peserta didik mengalami perubahan.
c.    Besarnya kelompok cocokkah metode yang dipilih untuk kelompok yang akan dihadapi?
d.    Tujuan pelajaran, apakah dengan metode yang dipilih akan membantu tercapainya tujuan belajar ?
e.    Kesesuaian dengan bahan pelajaran.
f.    Fasilitas yang tersedia  dapat menunjang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
g.    Waktu yang tersedia.
h.    Variasi pengalaman belajar.


i.    Keterampilan tertentu dari peserta didik. Metode yang kita tetapkan dalam mengajar hendaklah sedemikian rupa    dapat membangkitkan keterampilan tertentu.
4.    Pemilihan variasi metode mengajar pada prinsipnya perlu
Bertitik  tolak dari  corak  komunikasi  yang  ditimbulkan  oleh pemakaian metode itu. 
5.    Interaksi  yang terjadi di antara guru - peserta didik bisa meliputi dua jenis komunikasi.
a.    Satu arah,  yaitu  pihak  guru  kepada  peserta didik.Termasuk dalam metode ini adalah:  ceramah,  kuliah, cerita, demonstrasi, metode audio visual: film, video, poster, dll.
b. Satu arah,    yaitu    dari   pihak   peserta   didik   kepada
    gurunya. Termasuk    ke dalam    metode  ini antara lain:
    laporan baca,    hasil riset, studi   kasus,  studi kelompok ,            studi mandiri-buku, percobaan lapangan, surat menyurat
survai lapangan.mengikuti buku pegangan,paper.
c.    Dua arah, yaitu dimana terjadi relasi dan interaksi dialogis diantara guru dan peserta didik, ada 3 katagori metode termasuk menciptakan relasi dan interaksi dialogis yaitu :
-    Diskusi kelompok : kelompok kecil, studi kasus, wawancara, diskkusi panel, seminar.
-    Drama  : dialog, bacaan, mimik, pantonim, permainan.
-    Metode proyek : studi kasus, mentor (bimbingan studi).
    .   
MACAM – MACAM METODE BELAJAR MENGAJAR
I. METODE DISKUSI
   Metode diskusi adalah metode mengajar yang erat hubunganya
   dengan memecahkan masalah. Metode ini lazim juga disebut
   sebagai diskusi kelompok dan resitasi bersama.
   Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk
a.    Mendorong siswa berpikir kritis.
b.    Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
c.    Mendorong siswa menyumbangkan pendapatnya untuk memecahkan masalah bersama.
d.    Mengambil alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan seksama
  
Keuntungan menggunakan metode diskusi adalah:
a.    Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
b.    Menyadarkan anak didik bahwa dengan diskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga diperoleh keputusan yang lebih baik.
c.    Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan biasakan bersikap toleransi.

Kelemahan menggunakan metode diskusi adalah :
a.    Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
b.    Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas
c.    Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara
d.    Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal.

Tujuan penggunaan tehnik diskusi :
a.    Dengan diskusi siswa didorong menggunakan pengetahuan dan pengalaman untuk memecahkan masalah, tanpa selalu bergantung pada pendapat orang lain. Mungkin ada perbedan segi pandangan, sehingga memberi jawaban yang berbeda, hal ini tidak jadi soal, soal pendapat itu logis dan mendekati kebenaran, jadi siswa dilatih berpikir dan memecahkan masalah sendiri.
b.    Siswa mampu menyatakan pendapatnya secara lisan, karena hal itu untuk melatih kehidupan yang demokratis, dengan demikian siswa melatih diri untuk menyatakan pendapatnya sendiri secara lisan tentang suatu masalah bersama.
c.    Diskusi memberi kemungkinan pada siswa untuk belajar berpartisipasi dalam pembicaraan untuk memecahkan suatu masalah bersama.
Diskusi baik dilaksanakan bila mempermasalahkan :
-    Hal-hal yang menarik minat dan perhatian siswa/urgen. Siswa akan memiliki motivasi yang kuat dalam memecahkan soal, kalau mereka berminat dan menaruh perhatian terhadap masalah itu.
-    Masalah itu harus mengandung banyak kemungkinan jawaban, dan masing-masing jawaban dapat dijamin kebenarannya.
-    Harus merangsang pertimbangan, kemampuan berpikir logis dan usaha memperbandingkan.
Jenis tehnik diskusi  :
-    Whole Group  ; Suatu diskusi dimana anggota kelompok yang melaksanakan tidak lebih dari 15 orang.
-    Buzz Group  : Satu kelompok besar dibagi menjadi 2 sampai 8 kelompok yang lebih kecil jika diperlukan kelompok kecil ini diminta melaporkan apa hasil diskusi itu pada kelompok besar.
-    Panel  : Pada panel dimana satu kelompok kecil ( antara 3 sampai 6 orang) mendiskusikan suatu subjek tertentu, mereka duduk dalam siusunan semi melingkar dihadapkan pada satu kelompok besar peserta lainnya.
I.    METODE EKSPERIMEN
Metode eksperimen adalah satu cara mengajar, dimana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan dikelas dan dievaluasi oleh guru.
Agar penggunaan tehnik eksperimeni itu efisien dan efektif, perlu pelaksanaan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a.    Dalam eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan, maka jumlah alat dan bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap siswa.
b.    Agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan atau mungkin hasilnya tidak membahayakan maka kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih.
c.    Kemudian dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses percobaan, maka perlu adanya waktu yang cukup lama sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari itu.
d.    Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih maka perlu diberi petunjuk yang jelas, sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan, pengalaman serta keterampilan, juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih objek eksperimen.
e.    Perlu dimengerti juga bahwa tidak semua masalah bisa dieksperimenkan, seperti masalah yang mengenai kejiwaan, beberapa segi kehidupan sosial dan keyakinan manusia. Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat, sehingga masalh itu tidak bisa diadakan percobaan karena alatnya belum ada.
Bila siswa akan melaksanakan suatu eksperimen perlu memperhatikan prosedur sebagai berikut ;
a.    Perlu dijelaskan kepada siwa tentang tujuan eksperimen, mereka harus memahami masalah yang akan dibuktikan melalui eksperimen
b.    Kepada siswa perlu diterangkan pula tentang : alat-alat serta bahan-bahan yang akan digunakan dalam percobaan, agar tidak mengalami kegagalan siswa perlu mengetahui varibel-variabel yang harus dikontrol dengan ketat, urutan yang akan ditempuh sewaktu eksperimen berlangsung, seluruh proses atau hal-hal yang penting saja yang akan dicatat, perlu menetapkan bentuk catatan atau laporan berupa uraian, perhitungan, grafik.
c.    Selama eksperimen berlangsung, guru harus mengawasi pekerjaan siswa, bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempeurnaan jalannya eksperimen
d.    Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian siswa, mendiskusikan dikelas dan mengevaluasi dengan tes atau sekedar tanya jawab.
Tehnik eksperimen memiliki keunggulan yaitu :
a.    Dengan eksperimen siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah, sehingga tidak mudah percaya pada sesuatu yang belum pasti kebenarannya, dan tidak mudah percaya pula kata orang, sebelum ia membuktikan kebenarannya.
b.    Mereka lebih aktif berpikir dan berbuat, hal mana itu sangat dikehendaki oleh kegiatan mengajar belajar yang modern dimana siswa lebih banyak aktif belajar sendiri dengan bimbingan guru.
c.    Siswa dalam melaksanakan proses eksperimen disamping memperoleh ilmu pengetahuan, juga menemukan pengalaman praktis serta keterampilan dalam menggunakan alat-alat percobaan.
d.    Dengan eksperimen siswa membuktikan sendiri kebenaran sesuatu teori sehigga akan mengubah sikap mereka yang tahayul, ialah peristiwa –peristiwa yang tidak masuk akal.
Tehnik eksperimen juga meiliki kelemahan yaitu :
a.    Tidak cukupnya alat –alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatn mengadakan eksperimen.
b.    Jika eksperimen memerlukan waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.
c.    Metode ini sesuai untuk menyajikan bidang ilmu dan tehnologi.
II.    METODE KERJA KELOMPOK
Metode kerja kelompok adalah suatu cara mengajar dimana siswa didalam kelas dipandang sebagai kelompok atau dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri 5 atau 7 siswa, mereka berkerja sama dalam memecahkan masalah, atau melaksanakna tugas tertentu dan berusaha mencapai tujuan pengajar yang telah ditentukan oleh guru.
Adapun pengelompokan itu biasanya didasarkan pada :
a.    Adanya alat pelajaran yang tidak mencukupi jumlahnya. Agar penggunaanya dapat lebih efisien dan efektif, maka siswa perlu dijadikan kelompok-kelompok kecil. Karena bila seluruh siswa sekaligus menggunakan alat-alat itu tidak mungkin
b.    Kemampuan belajar siswa. Didalam satu kelas kemampuan belajar siswa tidak sama, siswa yang pandai didalam bahasa Ingris, belum tentu sama pandainya dalam pelajaran sejarah dengan adanya perbedaan kemampuan itu, maka perlu dibentuk kelompok menurut kemampuan belajar masing-masing.
c.    Minat khusus. Setiap individu memiliki minat khusus yang perlu dikembangkan, hal mana yang satu pasti berbeda dengan yang lain, tetapi tidak menutup kemungkinan dibentuknya kelompok agar mereka dapat dibina dan mengembangkan bersama minat khusus.
d.    Memperbesar partisipasi siswa. Disekolah pada setiap kelas biasanya jumlah siswa terlalu besar, dan kita tahu bahwa jumlah jam pelajaran adalah sangat terbatas sehingga jam pelajaran yang sedang berlangsung sukar sekali untuk guru akan ikut sertakan setiap murid dalam kegiatan itu, karena itu bila berkelompok, maka banyak kemungkinan setiap siswa ikut serta melaksanakan dan memecahkannya.
e.    Pembagian tugas atau pekerjaan. Didalam kelas bila guru menghadapi suatu masalah yang meliputi bebagai  persoalan, maka perlu tugas membahas masing-masing kelompok, sesuai dengan jumlah persoalan yang akan dibahas. Dengan demikian masing-masing kelompok harus membahas tugas yang diberikan itu.
f.    Kerja sama yang efektif. Dalam kelompok siswa harus bisa bekerja sama, mampu menyesuaikan diri, menyeimbangkan pikiran/pendapat atau tenaga untuk kepentingan bersama, sehingga mencapai suatu tujuan untuk bersama pula.
Keuntungan penggunaan kerja kelompok ialah :
a.Dapat    memberikan    kesempatan   kepada  siswa untuk
   mengunakan   keterampilan   bertanya  dan    membahas
   suatu  masalah
b.Dapat    mengembangkan    bakat    kepemimpinan    dan
   mengajar keterampilan berdiskusi.
c.Para siswa lebih aktif tergabung dalm pelajaran mereka,
           dan mereka lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi.

Kelemahan penggunaan tehnik kerja kelompok ialah :
a.    Kerja kelompok sering-sering hanya melibatkan kepada siswa yang mampu sebab mereka cakap memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang.
b.    Strategi ini kadang-kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan gaya mengajar yang berbeda pula.
c.    Keberhasilan strategi kerja kelompok ini tergantung kepada kemampuan siswa memimpin kelompok atau untuk bekerja sendiri.

Bentuk kerja kelompok yang bisa dilaksanakan ialah :
a.    Kerja kelompok berjangka pendek.
Bentuk ini dapat disebut rapat kilat karena hanya mengambil waktu 15 menit, yang mempunyai tujuan untuk memecahkan masalah khusus yang terdapat pada sesuatu masalah.
b.    Kerja kelompok jangka panjang.
Pembicaraan ini memakan waktu yang panjang, lamanya tergantung pada luas dan banyaknya tugas yang harus diselesaikan siswa.
c.    Kerja kelompok campuran.
Disini siswa dibagi menjadi kelompok yang disesuaikan dengan kemampuan belajar siswa.

IV. METODE DEMONSTRASI
     Metode demonstrasi adalah cara mengajar dimana seorang instruktur/ tim guru menunjukkan, memperlihatkan sesuatu proses, sehingga seluruh siswa dalam kelas dapat melihat, mengamati, mendengar mungkin meraba-raba dan merasakan proses yang dipertunjukkan oleh guru tersebut.

     Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah :
- Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
    - Proses belajar siswa  lebih terarah pada materi  yang sedang
      dipelajari.
        - Pengalaman   dan   kesan   sebagai  hasil pembelajaran lebih
          melekat dalam diri siswa (Daradjat,1985).

       Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :
       - Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu
         proses atu kerja suatu benda.
       - Memudahkan berbagai jenis penjelasan .
       - Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat
         diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret, dengan
         menghadirkan obyek sebenarnya   (Syaiful Bahri Djamarah,
         2000).

Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :
      a.Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda
               yang akan  dipertunjukkan.
            b.Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
            c.Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang
               kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful
               Bahri Djamarah,2000).




III.    METODE CERAMAH

Cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan ialah cara mengajar dengan ceramah, sejak dulu guru dalam usaha menularkan pengetahuannya pada siswa, ialah secara lisan atau ceramah, cara ini kadang-kadang membosankan, maka dalam pelaksanaanya memerlukan keterampilan tertentu, agar gaya penyajiannya tidak membosankan dan menarik perhatian murid.

Tujuan menggunakan tehnik ceramah ialah agar siswa mendapatkan informasi tentang suatu pokok atau persoalan tertentu.

Keunggulan tehnik ceramah ialah ;
a.    Guru lebih mudah mengawasi ketertiban siswa dalam mendengarkan pelajaran
b.    Guru memberikan perhatiannya tidak terbagi-bagi atau terpecah-pecah, anak-anak serempak mendengarkan guru.

          Kelemahan menggunakan tehnik ceramah ialah :
a.    Guru tidak mampu mengontrol sejauh mana siswa telah memahami uarainya.
b.    Apakah ketenangan / kediaman mereka dalam    mendengarkan pelajaran itu berarti bahwa mereka telah memahami pelajaran yang diberikan guru ?

IV.    METODE KARYA WISATA
Metode karya wisata ialah cara mengajar yang dilaksanakn dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau objek tertentu diluar sekolah untuk mempelajari/ menyelidiki sesuatu sperti meninjau pabrik sepatu, bengkel mobil

Tujuan dari tehnik karya wisata ialah :
a.    Siswa diharapkan mendapatkan pengalaman langsung dari objek yang dilihatnya.
b.    Dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang
c.    Dapat bertanya jawab, mungkin dengan jalan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya agar nanti dapat mengambil kesimpulan dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa mempelajari beberapa mata pelajaran.

             Keunggulan tehnik karya wisata ialah :
a.    Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas pada obek karya wisata itu, serta mengalami dan menghayati langsung apa pekerjaan mereka.
b.    Siswa dapat melihat berbagai kegiatan para petugas secara individual maupun secara kelompok dan dihayati secara langsung, yang akan memperdalam dan memperluas pengalaman mereka.
c.    Dalam kesempatan ini siswa dapat bertanya jawab, menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi, sehingga mungkin mereka menemukan bukti kebenaran teorinya atau mencoba teori dalam praktek.

Kelemahan dari tehnik karya wisata ialah :
a.    Memerlukan biaya besar, karena jarak tempatnya sangat jauh.
b.    Memerlukan waktu yang lebih panjang daripada jam sekolah.
c.    Guru perlu memikirkan segi keamanan, kemampuan phisik siswa untuk menempuh jaraak tersebut.

V.    METODE  FOXFIRE

Ada satu metode mengajar yang sangat unik. Yang sebenarnya sangat mungkin dicoba untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar didalam kelas, karakteristik siswa aktif amat menonjol dalam letode ini. Demikian juga dengan karakteristik menyenangkan, pendek kata metode ini dapat diterapkan didalam proses belajar mengajar yang menggunakan pendekatan PAKEM, metoda ini dikenal dengan nama FOXFIRE
Pengertian dari FOXFIRE ialah merupakan metode penugasan atau pemberian tugas kepada peserta didik untuk melakukan kajian kemasyarakat kesuatu daerah, kemudian hasil kajian itu disusun dalam bentuk laporan. Tentu saja materi penugasan tersebut adalah terkait dengan materi yang diajarkan.

Tujuan yang akan dicapai dengan menggunakan metode ini adalah  :
1.    Meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga warisan sosial dan budaya  masyarakat.
2.    Meningkatkan keterampilan siswa dalam proses pengumpulan data
3.    Meningkatkan kemampuan menulis.


Persyaratan untuk menerapkan metode foxfire adalah ;
a.    Guru harus bersedia untuk bekerja sama dengan siswa sebagai mentor yang membimbing dan memberikan petunjuk kepada siswa.
b.    Hasil kegiatan pengumpulan data harus diadminintrasikan dengan baik untuk memudahkan pekerjaan guru dan siswa.

Keunggulan metode foxfire ialah :
a.    Para siswa akan memiliki keterampilan dalam proses pengumpulan data lapangan.
b.    Para siswa akan memiliki keterampilan menulis.
c.    Terjadi kerja sama antara sekolah dengan penerbit
d.    Memberikan keterampilan kepada siswa untuk dapat memperoleh penghasilan melalui penulis.
e.    Jika hasil karya tersebut bisa diterbitkan dan laku dijual, maka kegiatan ini dapat menghasilkan pendapatan yang luar biasa.

Kelemahan metode foxfire ialah :
a.    Memerlukan waktu yang cukup lama sehingga menyulitkan bagi wakil kepala sekolah bidang kurikulum untuk membuat jadwal yang dapat mengakomodasikanpelaksanaan metode ini
b.    Memerlukan guru yang benar-benar memiliki kemampuan menulis.

Langkah-langkah metode foxfire ialah :
Langkah-langkah pembelajaran dengan meggunakan pendekatan PAKEM dapat dilakukan sebagai berikut :
a.    Persiapan sudah barang tentu, pendidik telah menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (rpp) sebagai persiapan formal untuk menetapkan metode mengajar ini. Guru juga telah mempersiapkan semua perangkat media, alat, dan persyaratan lain yang diperlukan untuk melaksanakan metode ini, misalnya surat perijinan jika diperlukan, contoh instrumen wawancara yang akan digunakan oleh siswa, contaoh tulisan tentang kisah seorang pekerja kersa yang berhasil disuatu desa, metode ini mengajarkan siswa untuk mengikuti outbond ke suatu daerah pedesaan , ana-anak selama sehari atau dua hari untuk mengumpulkan data dan informasi tentang pencaharian penduduk, kemudian menuliskan tentang apa yang dapat diperoleh dari kegiatan tersebut, langkah persiapan ini dilakukan oleh guru jauh sebelum proses pembelajaran dimulai.
b.    Membuka pelajaran, beritahukan kepada siswa untuk pelajaran kali ini, para siswa akan diajak untuk melaksanakan proses belajar mengajar dengan metode yang belum pernah dilakukan, yakni yang disebut foxfire.Berikan kepada siswa penjelasan yang jelas tentang metode ini,dan metode ini efektif untuk dapat dilaksanakan siswa kelas tinggi di SD misalnya kelas V dan VI, ada beberapa informasi yang harus disampaikan kepada siswa:
1.    Guru menjelaskan bahwa para siswa dalam waktu singkat akan diajak untuk mengumpulkan data dengan cara wawancara dengan masyarakat desa,bahkan kalu perlu melakukan observasi partisipatif, kalau perlu untuk melaksanakan kegiatan ini dibentuk panitia kecil, atau pembagian tugas yang dapat dilakukan oleh siswa dengan didampingi pendidik.
2.    Untuk dapat menulis tentang data yang dihasilkan, siswa diberikan keterampilan dasar tentang menulis.
3.    Hal yang sangat penting untuk dijelaskan kepada siswa tentang rencana penerbitan semua tulisan yang dihasilkan dari kegiatan ini, kalau ada penerbit yang akan menerbitkan tulisan ini, maka sekolah akan menerbitkan dalam buletin sekolah.
c.    Guru dan siswa berangkat kedaerah yang ditetapkan, dengan bimbingan guru, siswa melakukan kegiatan pengumpulan data dengan menggunakan instrumen wawancara yang telah diberikan kepada siswa , kegiatan ini akan lebih dapat memberikan pengalam yang menyenangkan dan mengesankan bagi siswa, setelah kegiatan mengumpulkan data selesai, siswa dan guru kembali kesekolah .
d.    Pengolahan data dan informasi yang berhasil dikumpulkan, oleh siswa dimasukkan kedalam tabel yang telah disiapkan oleh guru, dari hasil itulah dapat dibuat tulisan dengan bimbingan guru.
e.    Adakan diskusi kelas untuk membahas hasil pekerjaan siswa tersebut
f.    Pajanglah semua tulisan siswa, berikan kesempatan kepada kelas lain untuk menyaksikan hasil pekerjaan siswa.
g.    Undang penerbit untuk kemungkinan semua hasil tulisan siswa dapat diterbitkan, kalau tidak bisa sekolah dapat menerbitkan untuk majalah sekolah

Refleksi, metode mengajar ini memang terasa masih agak asing bagi kebanyakan guru dinegri ini, tetapi jika para pendidik dapat mencoba untuk menerapkannya, maka metode ini akan membuat proses belajar berlangsung unik dan menarik, memag pada awalnya mungkin akan terasa sulit.

VI.    METODE PENEMUAN

Metode penemuan adalah terjemahan dari discovery, menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip, yang dimaksud dengan mental tersebut adalah mengamati, mencerna, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur dan membuat kesimpulan.

Keunggulan menggunakan tehnik  penemuan ialah :
a.    Tehnik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan serta pengusaan keterampilan dalam proses kognitif/ pengenalan siswa.
b.    Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi/ individual sehingga dapat kokoh/ mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut.
c.    Dapat membangkitkan kegairahan belajar para siswa.
d.    Tehnik ini mampu memberikan kesempatan siswa unutk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Kelemahan menggunakan tehnik penemuan ialah  :
a.    Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini, siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik.
b.    Bila kelas terlalu besar penggunaan tehnik ini akan kurang berhasil.
c.    Tehnik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kratif.



II. PENDEKATAN PEMBELAJARAN

PENDAHULUAN
 Banyak definisi atau pengertian tentang pendekatan belajar mengajar yang dikemukakan para ahli pendidikan. Akibatnya banyak pula jenis-jenis pendekatan pembelajaran sesuai dengan tujuan dan keahlian para ahli tersebut.
Pendekatan pembelajaran dapat berarti anutan pembelajaran yang berusaha meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitf, afektif dan psikomotor siswa dalam pengolahan pesan sehingga tercapai sasaran belajar.
Pendekatan pembelajaran tidaklah sama dengan metode, namun keduanya dapat dipertukarkan, apakah menentukan metodenya terlebih dahulu  kemudian pendekatannya atau sebaliknya. Dengan demikian pendekatan lebih berperan sebagai jembatan untuk sampai pada tujuan, sedangkan metode merupakan cara untuk menyampaikan atau mengajarkan materi.
Terlihat pula bahwa unutk kesiapan mengajar dengan baik atau berhasil dituntut memilih pendekatan yang cocok sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya.


MACAM-MACAM PENDEKATAN

I.PENDEKATAN KOMUNIKATIF
  Pendekatan ini banyak digunakan dalam pengajaran bahasa, yang mengarahkan pada tujuan pengajaran yang mementingkan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Siswa dibimbing unutk dapat menggunakan bahasa bukan sekedar mengetahui tentang bahasa, tetapi bertujuan membentuk kompetensi yakni kemampuan menggunakan bahasa dalam berbagai konteks komunikasi.

II PENDEKATAN KEBERMAKNAAN
  Pendekatan ini dipandang paling cocok untuk mendukung tujuan utama pengajaran bahasa Inggris. Beberapa konsep penting yang mendasari pendekatan kebermaknaan ini adalah :
a.    Bahasa merupakan alat untuk mengungkapkan makna yang diwujudkan melalui struktur (tata bahasa dan kosa kata). Dengan demikian struktur berperan sebagai alat pengungkapan makna ( gagasan, pikiran, pendapat dan perasaan).
b.    Makna ditentukan oleh lingkup kebahasaan maupun situasi yang merupakan konsep dasar dalam pendekatan kebermaknaan terhadap pengajaran bahasa yang harus didukung oleh pemahaman lintas budaya.
c.    Makna dapat diwujudkan melalui kalimat yang berbeda, baik secara lisan maupun tertulis. Suatu kalimat dapat mempunyai makna yang berbeda tergantung pada situasi saat kalimat itu digunakan. Jadi keragaman ajaran diakui keberadanya dalam bentuk lisan maupun tertulis.
d.    Belajar bahasa asing adalah belajar berkomunikasi melalui bahasa tersebut sebagai bahasa sasaran, baik secara lisan maupun tertulis. Belajar berkomunikasi ini perlu didukung oleh pembelajaran unsur-unsur bahasa sasaran.
e.    Motivasi belajar siswa merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajarnya, kadar motivasi ini banyak ditentukan oleh kadar kebermaknaan bahwa pelajaran dan kegiatan pembelajaran siswa yang bersangkutan , dengan kata lain kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran memiliki peranan yang amat penting dalam keberhasilan belajar siswa.
f.    Bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa jika hal itu berhubungan dengan kebutuhan siswa yang berkaitan dengan pengalaman, minat, tata nilai dan masa depannya. Harus dijadikan pertimbangan pengambilan keputusan pengajaran dan pembelajaran untuk membuat pelajaran lebih bermakna bagi siswa.
g.    Dalam prose belajar mengajar, siswa merupakan subjek utama dan bukan hanya sebagai objek belaka. Oleh karena itu ciri-ciri dan kebutuhan mereka dipertimbnagkan dalam segala keputusan yang terkait dengan pengajaran.
h.    Dalam proses belajar mengajar guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa mengembangkan keterampilan bahasanya. Dengan demikian untuk mencapai tujuan mengembangkan keterampilan berbahsa Ingris yang dikehendaki, guru hendaknya memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkan bahasa ingris secara memadahi tanpa merasa bosan, meskipun ada pengulangan dalam mempraktekkan hal-hal yang sama.

III  PENDEKATAN  INDUKTIF
     Pendekatan ini bertitik tolak dari hal-hal yang  sederhana/khusus konkrit menuju ke abstrak/umum dan dari contoh-contoh yang kemudian digenerasikan menjadi rumus umum.
    Contoh pengajaran menggunakan pendekatan induktif yaitu pada pelajaran matematika pada hukum komutatif perkalian.

IV. PENDEKATAN DEDUKTIF
    Pendekatan deduktif merupakan kebalikan dari pendekatan induktif, yaitu pengajaran dimulai dari umum ke yang khusus, dari abstrak ke khusus, dari rumus ke contoh – contoh.
     Contoh pengajaran dengan pendekatan deduktif adalah pada pelajaran metematika hukum komutatif perkalian.

V. PENDEKATAN KONSEP
     Pendekatan ini merupakan pendekatan belajr bermakna dengan melalui generalisasi konsep atau menghubung-hubungkan antar konsep sehingga lebih bermakna.
    Pendekatan konsep ini digunakan agar pemahaman siswa lebih bermakna tidak berlepas-lepas sehingga bertahan dari ingatannya dan siswa benar-benar memahami suatu konsep, ia akan menerapkan pada situasi baru.

VI. PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH
     Pemecahan masalah merupakan suatu proses yang mengharuskan siswa unutk menemukan suatu generalisasi dari konsep-konsep yang sudah dipelajari, kemudian menerapkannya untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

VII PENDEKATAN LINGKUNGAN
    Dalam menggunakan pendekatan ini harus diperhatikan bahwa materi pelajaran hendaknya mempunyai hubungan erat dengan kehidupan sehari-hari sehingga lebih konkrit, mudah dipahami dan mengetahui manfaatnya. Pengajaran disesuaikan dengan keadaan lingkungan ini mencakup semua benda dan keadaan-keadaan yang mempengaruhi siswa.

VIII.PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES
Pendekatan keterampilan proses adalah pendekatan dalam proses belajar mengajar yang menekankan pada proses belajar mengajar yang mnekankan pada pembentukan keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya. Keterampilan berarti kemampuan menggunakan pikiran , nalar dan perbuatan secara efisien dan effektif unutk mencapai suatu hasil tertentu termasuk kreatifitas.

    PENUTUP

Demikanlah metode-metode pengajaran telah dibahas, memang masing-masing metode mempunyai keunggulan dan kelemahan tersendiri, sehingga pada hakekatnya metode yang paling tepat untuk diajarkan sukar ditentukan, begitu juga kita sukar menggunakan salah satu metode secara murni.
Dapat juga menggunakan metode yang bervariasi, mengkombinasikan dengan metode yang lain yang sesuai dan saling  menunjang.
Dengan mengetahui beberapa jenis dari pendekatan pembelajaran, kita dapat mengajar kepada siswa tepat sesuai dengan tujuan yang kita inginkan karena kita dapat menggabungkan metode dan pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran yang akan kita sampaikan.




DAFTAR PUSTAKA

   1.Diktat Akta IV Strategi Belajar Mengajar
      Dosen H.Aca Kartakusumah
   2.Strategi Belajar Mengajar
      Dra. Roestiyah N.K
   3.Metode Mengajar Berdasarkan Tipologi Belajar Siswa
      Adrian Mahasiswa S3 PPs UN Yoygakarta
   4.Foxfire : metode mengajar yang mengasyikan, menyenangkan,
     dan menghasilkan.
     Suparlan
   5.Berbagai Pendekatan dalam proses Belajar Mengajar.
      Prof.Dr.S.Nasution,M.A

 







METODE DAN PENDEKATAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR


















DISUSUN  OLEH  ;

WURI MEDYANINGRUM













UNIVERSITAS ISLAM ”45” BEKASI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM AKTA IV – ANGKATAN 34







       






{ 0 komentar ... read them below if any or add comment }

Poskan Komentar

Sampaikan kritik dan saran anda dengan bijak, Terima kasih

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
info lengkap - Infi hari ini Kumpulan Terbaru Di Dunia