sejarah Akuntansi

Diposkan oleh Deni Dn on Minggu, 21 Oktober 2012

sejarah Akuntansi -  adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi
yang akan membantu manager dan pengambil keputusan lainnya untuk mengambil
keputusan alokasi sumber daya. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi
dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas,
diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Audit, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap
terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa
laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat/opini -yang masuk
akal tapi tak dijamin sepenuhnya -mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar
tertentu yang berbeda di tiap negara. Di Indonesia, akuntan yang bersertifikat disebut
BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik.
Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat
dimanfaatkan oleh para manager, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan
lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat
dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan.

Jantung akuntansi keuangan modern ada pada sistem pembukuan berpasangan. Sistem ini
melibatkan pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada
suatu rekening, dan satu kredit terkait pada rekening lain. Jumlah keseluruhan debit harus
selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan
jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan
di Eropa, walaupun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak
jaman Yunani kuno.

Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak berubah dari dulu.
Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu terjadi pada tiap generasi untuk
mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi.
Walaupun demikian, hal ini tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang
memang diharapkan tidak bergantung pada pengaruh ekonomi seperti itu.

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran

 atau pemberian kepastian mengenai informasi
yang akan membantu manager dan pengambil keputusan lainnya untuk mengambil
keputusan alokasi sumber daya. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi
dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas,
diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Audit, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap
terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa
laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat/opini -yang masuk
akal tapi tak dijamin sepenuhnya-mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum.


Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar
tertentu yang berbeda di tiap negara. Di Indonesia, akuntan yang bersertifikat disebut
BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik.

Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat
dimanfaatkan oleh para manager, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan
lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat
dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan.

Jantung akuntansi keuangan modern ada pada sistem pembukuan berpasangan. Sistem ini
melibatkan pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada
suatu rekening, dan satu kredit terkait pada rekening lain. Jumlah keseluruhan debit harus
selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan
jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan
di Eropa, walaupun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak
jaman Yunani kuno.

Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak berubah dari dulu.
Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu terjadi pada tiap generasi untuk
mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi.
Walaupun demikian, hal ini tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang
memang diharapkan tidak bergantung pada pengaruh ekonomi seperti itu.

Akuntansi' adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai
informasi yang akan membantu manager dan pengambil keputusan lainnya untuk
mengambil keputusan alokasi sumber daya. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang
dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi,
diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Audit, satu disiplin ilmu yang terkait
tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen
memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat/opini yang
masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya mengenai kewajaran dan kesesuaiannya
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Praktisi akuntansi dikenal sebagai (akuntan). Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar
tertentu yang berbeda di tiap negara. Di Indonesia, akuntan yang bersertifikat disebut
BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik.
Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat
dimanfaatkan oleh para manager, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan
lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat
dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan.


Jantung akuntansi keuangan modern ada pada sistem pembukuan berpasangan. Sistem ini
melibatkan pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada
suatu rekening, dan satu kredit terkait pada rekening lain. Jumlah keseluruhan debit harus
selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan
jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan
di Eropa, walaupun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak
jaman Yunani kuno.

Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak berubah dari dulu.
Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu terjadi pada tiap generasi untuk
mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi.
Walaupun demikian, hal ini tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang
memang diharapkan tidak bergantung pada pengaruh ekonomi seperti itu.

Akuntansi sebagai suatu seni
 yang mendasarkan pada logika matematik -sekarang dikenal
sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping)-sudah dipahami di Italia
sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 -1517), yang juga dikenal sebagai Friar
(Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice
Buku berbahasa Inggris pertama yang diketahui dipublikasikan di London oleh John
Gouge atau Gough pada tahun 1543.

Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan di tahun 1588
oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, "I am but the renuer and
reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected,
published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth
by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko
Lane." John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang
merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme of
Venice".

The very interesting and able book described as The Merchants Mirrour, or directions for
the perfect ordering and keeping of his accounts formed by way of Debitor and Creditor,
after the (so termed) Italian manner, by Richard Dafforne, accountant, published in 1635,
contains many references to early books on the science of accountancy. In a chapter in
this book, headed "Opinion of Book-keeping's Antiquity," the author states, on the
authority of another writer, that the form of book-keeping referred to had then been in use
in Italy about two hundred years, "but that the same, or one in many parts very like this,
was used in the time of Julius Caesar, and in Rome long before." He gives quotations of
Latin book-keeping terms in use in ancient times, and refers to "ex Oratione Ciceronis
pro Roscio Comaedo"; and he adds:

"That the one side of their booke was used for Debitor, the other for Creditor, is manifest
in a certain place, Naturalis Historiae Plinii, lib. 2, cap. 7, where hee, speaking of


Fortune, saith thus:

Huic Omnia Expensa.
Huic Omnia Feruntur accepta et in tota Ratione mortalium sola
Utramque Paginam facit."
An early Dutch writer appears to have suggested that double-entry book-keeping was
even in existence among the Greeks, pointing to scientific accountancy having been
invented in remote times.

There were several editions of Richard Dafforne's book printed---the second edition
having been published in 1636, the third in 1656, and another was issued in 1684. The
book is a very complete treatise on scientific accountancy, it was beautifully prepared and
contains elaborate explanations; the numerous editions tend to prove that the science was
highly appreciated in the 17th century. From this time there has been a continuous supply
of literature on the subject, many of the authors styling themselves accountants and
teachers of the art, and thus proving that the professional accountant was then known and
employed.

Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama
suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan
bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku
perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh
Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat
berhutang konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki
Chartered Accountant di abad ke 19.

Kualifikasi dan regulasi di bidang akuntansi


Persyaratan untuk dapat masuk dalam profesi akuntansi berbeda di setiap negara.
Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, akuntan yang berpraktek disebut Certified Public Accountant (CPA),
Certified Internal Auditor (CIA) dan Certified Management Accountant (CMA).
Perbedaan jenis sertifikasi adalah dalam hal jenis-jenis jasa yang ditawarkan, walaupun
mungkin saja satu orang memiliki lebih dari satu sertifikat. Sebagai tambahan, banyak
pekerjaan akuntansi dikerjakan oleh seseorang tanpa memiliki sertifikasi namun di bawah
pengawasan seorang akuntan bersertifikat.

Sertifikasi CPA dikeluarkan di negara bagian tempat kedudukan yang bersangkutan
berupa ijin untuk menawarkan jasa auditing kepada publik, walaupun kebanyakan kantor
akuntan juga menawakan jasa akuntansi, perpajakan, bantuan litigasi dan konsultansi
keuangan lainnya. Persyaratan untuk mendapat sertifikat CPA bervariasi di antara negara
bagian, namun ujian Uniform Certified Public Accountant diharuskan di setiap negara
bagian. Ujian ini dibuat dan diperiksa oleh American Institute of Certified Public
Accountants.


Sertifikasi CIA dikeluarkan oleh Institute of Internal Auditors (IIA), yang diberikan
kepada kandidat yang lulus dalam empat bagian ujian. CIA kebanyakan memberikan
jasanya kepada pemberi kerja langsung bukan kepada publik.

Sertifikasi CMA diberikan oleh Institute of Management Accountants (IMA), yang
diberikan kepada kandidat yang dinyatakan lulus dalam empat bagian ujian dan
memenuhi pengalaman praktek tertentu berdasarakan ketentuan IMA. CMA kebanyakan
memberikan jasanya kepada pemberi kerja langsung bukan kepada publik. CMA juga
bisa menawarkan jasanya kepada publik, namun dengan lingkup yang lebih kecil
dibanding CPA.

Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics) dari Departemen Tenaga Kerja
Amerika Serikat (United States Department of Labor) memperkirakan ada sekitar satu
juta (1) orang yang bekerja sebagai akuntan dan auditor di Amerika Serikat.

Persemakmuran Inggris


Di Inggris, Kanada, Australia beberapa negara Persemakmuran Inggris, ekuivalen
Certified Public Accountant (CPA) diantaranya Chartered Accountant (CA -di Inggris,
Persemakmuran Inggris dan beberapa bekas negara bagian Inggris lainnya), Chartered
Certified Accountant (ACCA -Inggris), International Accountant (AIA -Inggris),
Certified Public Accountant (CPA -Irlandia dan Hong Kong), Certified General
Accountant (CGA -Kanada), dan Certified Practising Accountant (CPA -Australia).

Kanada

Di Kanada, ada tiga lembaga yang menangani akuntansi: the Canadian Institute of
Chartered Accountants (CA), the Certified General Accountants Association of Canada
(CGA), dan the Society of Management Accountants of Canada (CMA). CA dan CGA
dibentuk berdasarkan Undang-undang Parlemen berturut-turut pada tahun 1902 dan 1913
sedangkan CMA didirikan dalam tahun 1920.

Program CA difokuskan menjadi akuntan publik dan kandidat harus memiliki
pengalaman auditing dari kantor akuntan publik; program CGA memberikan kebebasan
bagi kandidatnya untuk memilih karir di bidanga keuangan; program CMA memfokuskan
diri pada akuntansi manajemen. Ketiganya mengharuskan setiap kandidat untuk
mendapatkan gelar kesarjanaan dan pengalaman praktek sebelum memperoleh sertifikasi.

Kantor akuntan the Big Four

Kantor akuntan the Big Four merupakan kantor akuntan internasional terbesar di dunia
yang terdiri dari:

1. PricewaterhouseCoopers
2. Deloitte
3. Ernst & Young
4. KPMG

Kalau ditelusuri, sejarah keempat kantor akuntan terbesar tersebut berasal dari Eropa,
yang sampai saat ini terbentuk dari serangkaian panjang penggabungan usaha.
PricewaterhouseCoopers dan Deloitte didirikan di Inggris. Ernst & Young didirikan oleh
seorang akuntan dari Skotlandia. KPMG merupakan produk gabungan dari dua kantor
besar dari Belgia dan Belanda. Namun, karena pengaruh ekonomi Amerika Serikat yang
sangat dominan, kantor-kantor cabang the Big Four yang berlokasi di Amerika Serikat
selalu berhasil memperoleh penghasilan yang lebih besar dibanding dengan gabungan
kantor-kantor cabangnya seluruh dunia.

Sebelum terjadinya skandal Enron dan beberapa skandal akuntansi lainnya, ada lima
kantor akuntan terbesar yang dinamakan the Big Five. Sejak pemisahan bisnis jasa
atestasi Arthur Andersen, di Amerika Serikat sebagian besar bergabung dengan KPMG
sedangkan di luar Amerika bergabung dengan Deloitte & Touche, Arthur Andersen
keluar dari kelompok itu. Sebelumnya, pengelompokan kantor akuntan terbesar ini juga
dikenal sebagai the Big Six dan the Big Eight.

iEnron turned out to be only the first of a series of Accounting scandals that enveloped
the accounting industry in 2002.
This is likely to have far-reaching consequences for the U.S. accounting industry.
Application of International Accounting Standards originating in International
Accounting Standards Board headquartered in London and bearing more resemblance to
UK than current US practices is often advocated by those who note the relative stability
of the U.K. accounting system (which reformed itself after scandals in the late 1980s and
early 1990s). Accounting reform of a far more comprehensive sort is advocated by those
who see issues with capitalism or economics, and seek ecological or social
accountability.

{ 0 komentar ... read them below if any or add comment }

Poskan Komentar

Sampaikan kritik dan saran anda dengan bijak, Terima kasih

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
info lengkap - Infi hari ini Kumpulan Terbaru Di Dunia