Sejarah Mikrobiologi

Diposkan oleh Deni Dn on Minggu, 04 November 2012
Penemuan Mikroba
Sejarah Mikrobiologi - efinisi mikroba adalah sebagai ilmu yang mempelajari tentang
organisme mikroskopis. Mikrobiologi berasal dari bahasa Yunani,
mikros = kecil, bios = hidup dan logos = ilmu. Ilmuwan menyimpulkan
bahwa mikroorganisme sudah dikenal lebih kurang 4 juta tahun yang lalu
dari senyawa organik kompleks yang terdapat di laut, atau mungkin dari
gumpalan awan yang sangat besar yang mengelilingi bumi. Sebagai
makhluk hidup pertama di bumi, mikroorganisme diduga merupakan
nenek moyang dari semua makhluk hidup.

Awal perkembangan ilmu mikrobiologi pada pertengahan abad 19
oleh beberapa ilmuwan dan telah membuktikan bahwa mikroorganisme
berasal dari mikroorganisme sebelumnya bukan dari tanaman ataupun
hewan yang membusuk. Selanjutnya ilmuwan membuktikan bahwa
mikroorganisme bukan berasal dari proses fermentasi tetapi merupakan
penyebab proses fermentasi, misalnya buah anggur menjadi minuman
yang mengandung alkohol. Ilmuwan juga menemukan bahwa mikroba
tertentu menyebabkan penyakit tertentu. Pengetahuan ini merupakan awal
pengenalan dan pemahaman akan pentingnya mikroorganisme bagi

kesehatan dan kesejahteraan manusia. Awal abad 20 ahli mikrobiologi
telah meneliti bahwa mikroorganisme mampu menyebabkan berbagai
macam perubahan kimia baik melalui penguraian maupun sintesis
senyawa organik yang baru. Hal inilah yang disebut dengan biohemial

mikroorganisme. Disamping itu, yang penting lainnya adalah mekanisma
perubahan kimia oleh mikroorganisme sangat mirip dengan unity in
biochemistry yang artinya bahwa proses biokimia pada mikroorganisme
adalah sama dengan proses biokimia pada semua makhluk hidup
termasuk manusia. Bukti yang lebih baru menunjukkan bahwa informasi
genetik pada semua organisme dari mikroba hingga manusia adalah
DNA.

Pengambilan informasi genetika dari mikrorganisme karena
sifatnya sederhana dan perkembangbiakan yang sangat cepat serta adanya
berbagai variasi metabolisma. Saat ini mikroorganisme diteliti secara
insentif untuk mengetahui dasar fenomena biologi.

Mikroorganisme juga merupakan sebagai sumber produk dan
proses yang menguntungkan masyarakat, misalnya: alkohol yang
dihasilkan melalui proses fermentasi dapat digunakan sebagai sumber
energi. Strain-strain dari mikroorganisme yang dihasilkan melalui proses
rekayasa genetika dapat diterima. Sekarang insulin yang dibutuhkan
manusia dapat diproduksi dalam jumlah tak terhingga oleh bakteri yang

telah direkayasa.
Mikroorganisme juga mempunyai potensi yang cukup besar
untuk membersihkan lingkungan, misalnya: dari tumpukan minyak di
lautan dipergunakan sebagai herbisida dan insektisida di bidang
pertanian. Hal ini karena mikroorganisme mempunyai kemampuan untuk
mendekomposisi/menguraikan senyawa kimia komplek. Kemampuan

mikroorganisme yang telah direkayasa untuk tujuan tertentu menjadikan
lahan baru dalam mikrobiologi industri yang dikenal dengan
bioteknologi. Jika anda membaca tentang mikroorganisme anda akan
menghargai, mengagumi mikroorganisme seperti bakteri, alga, protozoa
dan virus merupakan organisme yang sering tidak terlihat. Beberapa
diantaranya bersifat patogen bagi manusia, hewan maupun tumbuhan.
Beberapa dapat menyebabkan lapuknya kayu dan besi. Tetapi banyak
diantaranya berperan penting dalam lingkungan sebagai dekomposer.
Beberapa diantaranya digunakan dalam menghasilkan (manufacture)
substansi yang penting di bidang kesehatan maupun industri makanan.

Leewenhoek dan Mikroskopnya

Antony van Leeuwenhoek (1632–1723) sebenarnya bukan
peneliti atau ilmuwan yang profesional. Profesi sebenarnya adalah
sebegai wine terster di kota Delf, Belanda. Ia biasa menggunakan kaca
pembesar untuk mengamati serat-serat pada kain. Sebenarnya ia bukan
divesity atau keaneka ragaman biokimia yang menjadi ciri khas

orang pertama dalam penggunaan mikroskop, tetapi rasa ingin tahunya
yang besar terhadap alam semesta menjadikannya salah seorang penemu
mikrobiologi.
Leewenhoek menggunakan mikroskopnya yang sangat sederhana
untuk mengamati air sungai, air hujan, saliva, feses dan lain sebagainya.
Ia tertarik dengan banyaknya benda-benda bergerak tidak terlihat dengan
mata biasa. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan animalcule
yang menurutnya merupakan hewan-hewan yang sangat kecil. Penemuan
ini membuatnya lebih antusias dalam mengamati benda-benda tadi
dengan lebih meningkatkan fungsi mikroskopnya. Hal ini dilakukan
dengan menumpuk lebih banyak lensa dan memasangnya di lempengan
perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop yang mampu
memperbesar 200–300 kali. Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil
pengamatan tersebut dan mengirimkannya ke British Royal Society. Salah
satu isi suratnya yang pertama pada tanggal 7 September 1974 ia
menggambarkan adanya hewan yang sangat kecil, sekarang dikenal
dengan protozoa. Antara tahun 1632–1723 ia menulis lebih dari 300 surat
yang melaporkan berbagai hasil pengamatannya. Salah satu diantaranya
adalah bentuk batang, kokus maupun spiral yang sekarang dikenal
dengan bakteri. Penemuan-penemuan tersebut membuat dunia sadar akan
adanya bentuk kehidupan yang sangat kecil dan akhirnya melahirkan

ilmu mikrobiologi.

Penemuan Leewenhoek tentang animalcules menjadi perdebatan
dari mana asal animalcules tersebut. Ada dua pendapat, satu mengatakan
animacules ada karena proses pembusukan tanaman atau hewan, melalui
fermentasi misalnya. Pendapat ini mendukung teori yang mengatakan
bahwa makhluk hidup berasal dari proses benda mati melalui
abiogenesis. Konsep ini dikenal dengan generatio spontanea. Kedua
mengatakan bahwa animalcules berasal dari animalcules sebelumnya
seperti halnya organismea tingkat tinggi. Pendapat atau teori ini disebut
biogenesis. Mikrobiologi tidak berkembang sampai perdebatan terseb ut
terselesaikan dengan dibuktikannya kebenaran teori biogenesis.
Pembuktian ini dilakukan berbagai macam eksperimen yang nampaknya
sederhana tetapi memerlukan waktu labih dari 100 tahun.
Pembuktian Ketidakbenaran dari Abiogenesis
Franscesco Redi (1626–1697) menunjukkan bahwa ulat yang ada
dalam daging busuk adalah larva, yang berasal dari telur lalat, bukan hasil

dari generatio spontanea. Bagaimana dengan asal dari mikroorganisme
yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop?
John Needham (1713–1781) memasak sepotong daging untuk
menghilangkan organisme yang ada dan menempatkannya dalam toples
yang terbuka. Akhirnya ia mengamati adanya koloni pada permukaan
daging tersebut. Ia menyimpulkan bahwa mikroorganisme terjadi spontan
dari daging.
Lazarro Spalanzani (1729–1799) merebus kaldu daging selama 1
jam dan menempatkannya pada toples yang disegel/ditutup rapat
menunjukkan tidak ditemukannya mikroorganisme dalam kaldu tersebut.
Jadi eksperimen ini menentang teori abiogenesis. Tetapi Neddham
mengatakan bahwa sumber makhluk hidup tadi adalah udara dimana pada
percobaan Spalanzani tersebut tidak berinteraksi langsung dengan udara.
Hampir 100 tahun setelah percobaan Needham ada 2 peneliti
yang mencoba memecahkan kontroversi tentang peran udara. Pada tahun
1836, Franz Schulze melewatkan larutan asam kuat ke dalam tabung
tertutup yang berisi daging yang telah dimasak. Tahun 1837, Theodor
Schwann mengalirkan udara panas melalui pipa ke dalam tabung tertutup
yang berisi kaldu. Keduanya tidak menemukan adanya mikroba sebab
mikroba telah mati oleh adanya asam kuat maupun oleh panas. Tetapi
para pendukung teori generatio spontanea berpendapat bahwa adanya
asam dan panas akan mengubah udara sehingga tidak mendukung
pertumbuhan mikroba. Sampai akhirnya tahun 1954 peneliti
menyelesaikan perdebatan tersebut dengan melakukan percobaan
menggunakan tabung tertutup berisi kaldu yang telah dipanaskan. Ke
dalam tabung tersebut dimasukkan pipa yang sebagiannya diisi dengan
kapas dan ujungnya dibiarkan terbuka. Dengan demikian mikroba akan
tersaring dan udara tetap bisa masuk. Dengan tidak ditemukannya
mikroba akan tersring dan udara tetap bisa masuk. Dengan tidak
ditemukannya mikroba dalam kaldu daging tersebut membuktikan bahwa
teori generatio spontanea adalah salah.

Bukti Teori Biogenesis

Pada perioda yang sama muncul ilmuwan baru dari Fransis Louis
Pasteur (1822–1895) seorang ahli kimia yang menaruh perhatian pada
mikroorganisme. Oleh karena itu ia tertarik untuk meneliti peran mikroba
dalam industri anggur dalam pembuatan alkohol. Salah satu pendukung
teori generatio spontanea yang hidup pada masa Louis Pasteur adalah
Felix Archimede Pouchet (1800–1872). Pada tahun 1859 ia banyak

mempublikasikan tulisan yang mendukung abiogenesis. Tetapi ia tidak
dapat membantah penemuan-penemuan Pasteur. Untuk memastikan
pendapatnya, Pasteur melakukan serangkaian eksperimen, ia
menggunakan bejana dengan leher panjang dan dibengkokkan yang
dikenal dengan leher angsa. Bejana ini diisi dengan kaldu kemudian
dipanaskan. Udara dapat dengan bebas melewati tabung atau pipa leher
angsa tersebut tetapi tidak ditemukan adanya mikroorganisme di kaldu
tadi. Dalam hal ini mikroba beserta debu/asap akan mengendap pada
bagian tabung yang berbentuk U sehingga tidak dapat mencapai kaldu. Ia
juga membawa tabung tersebut ke pegunungan Pyrenes dan Alpen.
Pasteur menemukan bahwa mikroorganisme terbawa debu oleh udara dan
ia menyimpulkan bahwa semakin bersih/murni udara yang masuk ke
dalam bejana, semakin sedikit kontaminasi yang terjadi. Pada tanggal 7
April 1864 ia mengatakan bahwa: For I hape kept them and am still
keeping from them, that one thing that is above the power of man to
make; i have kept from them, the germ that float in the air, i have kept
them from file.
Salah satu argumen klasik untuk menantang biogenesis adalah
bahwa panas yang digunakan untuk mensterilkan udara atau bahan juga
dianggap merusak vital force. Mereka yang mendukung teori abiogenesis
berpendapat bahwa tanpa adanya kekuatan vital force tersebut
mikroorganisme tidak dapat muncul serta spontan. Untuk merespon
argumen tersebut John Tyndall mengatakan udara dapat dengan mudah
dibebaskan dari mikroorganisme dengan cara melakukan pecobaan
dengan meletakkan tabung reaksi berisi kaldu steril ke dalam kotak
tertutup. Udara dari luar masuk ke dalam kotak melalui pipa yang sudah
dibengkokkan membentuk dasar U seperti spiral. Terbukti bahwa
meskipun udara luar dapat masuk ke dalam kotak yang berisi tabung
dengan kaldu di dalamnya, namun tidak ditemukan adanya mikroba.
Hasil percobaan Pasteur dan Tyndall memacu diterimanya konsep
biogensis. Selanjutnya Pasteur lebih memfokuskan penelitiannya pada
peran mikroba dalam pembuatan anggur dan mikroba yang menyebabkan
penyakit.

Teori Tentang Fermentasi

Fermentasi terjadi jika jur anggur kita biarkan. Melalui
serangkaian perubahan biokimia, alkohol dan senyawa lain dihasilkan
dari anggur tersebut. Salah satu alasan mengapa Pasteur ingin menentang
pendapat generatio spontanea adalah keyakinannya bahwa produk

fermentasi anggur merupakan hasil mikroorganisme yang ada, bukan
fermentasi menghasilkan mikroorganisme sebagaimana yang dipercaya
pada waktu tersebut. Pada tahun 1850. Pasteur memecahkan masalah
yang timbul dalam industri anggur. Dengan meneliti anggur yang baik
dan anggur yang kurang bagus Pasteur menemukan mikroorganisme yang
berbeda.
Mikroorganisme tertentu mendominasi anggur yang bagus
sementara tipe mikroorganisme lain mendominasi anggur yang kurang
bagus. Dia menyimpulkan bahwa pemilihan mikroorganisme yang sesuai
akan menghasilkan produk yang bagus. Untuk itu dia memusnahkan
mikroba yang telah ada dalam sari buah anggur dengan cara
memanaskannya. Setelah dingin ke dalam sari buah tersebut diinokulasi
dengan anggur yang berkualitas baik yang mengandung mikroorganisme
yang diinginkan. Hasilnya menunjukkan bahwa anggur yang dihasilkan
memiliki kualitas yang baik dan tidak mengalami perubahan aroma
selama disimpan jika sebelumnya dipanasi dulu selama beberapa menit
pada 50–60o Proses ini dikenal dengan pasteurisasi yang digunakan
secara luas di bidang industri makanan. Sebelumnya orang meningkatkan
produk fermentasi melalui trial and error dimana sebelumnya tidak tahu
bahwa kualitas produk tergantung pada mikroorganisme tertentu.
Penyebab Infeksi/Penyakit
Disamping membuat revolusi (perubahan besar) dalam bidang
industri anggur, Pasteur dan asistennya juga mengemukakan teori baru
mengenai penyebab penyakit. Dalam penelitiannya mereka menemukan
agen penyebab penyakit serius baik pada hewan maupun manusia. Tetapi
sebelum Pasteur telah membuktikan bahwa mikroba merupakan
penyebab penyakit, beberapa peneliti membuat argumen yang kuat
terhadap teori bakteri penyebab penyakit. Sebelumnya, dalam serajah
manusia ada kepercayaan bahwa penyakit itu disebabkan oleh beberapa
faktor yang tidak jelas misalnya udara yang jelek, darah yang jelek dan
lain-lainnya.
Pada tahun 1546, Girolamo Fracastolo (1483–1553) penyakit
dapat disebabkan oleh mikroorganisme, ditularkan dari 1 orang ke orang
lain. Sebagian besar informasinya berasal dari percakapannya dengan
para pelaut yang baru pulang dari perjalanannya ke luar negeri, dimana
mereka menyaksikan penyebaran berbagai penyakit. Lebih dari 200 tahun
kemudian Anton von Plenciz (1705–1786) mengatakan bahwa tidak
hanya makhluk hidup yang merupakan penyebab penyakit tetapi juga

agen yang lain merupakan penyebab penyakit yang berbeda. Pada saat
yang bersamaan konsep tentang makhluk hidup atau bentuk lain yang
menggunakan nutrien mulai diterima. Setelah sukses dengan
fermentasinya, Pasteur diminta untuk meneliti penyakit ulat sutra yang
merugikan industri di Perancis. Dia menghabiskan waktu 6 tahun untuk
membuktikan bahwa mikroorganisme yang disebut dengan protozoa
dapat menyebabkan penyakit. Pasteur juga menunjukkan kepada petani
ulat sutera bagaimana cara menghilangkan penyakit dengan cara memilih
ulat sutera yang bebas penyakit untuk diternakkan.
Di Jerman, Robert Koch (1843–1910) seorang profesional di
bidang kesehatan mendapat hadiah mikroskop dari isterinya untuk hadiah
ulang tahunnya yang ke-28. Selanjutnya ia mulai meneliti dunia
mikroorganisme yang sudah dilihat oleh Pasteur. Pasteur maupun Koch
bersama-sama ingin mengetahui penyebab penyakit anthrax yang sangat
merugikan peternak sapi dan domba di Eropa. Koch akhirnya
menemukan dari darah domba yang telah mati karena anthrax. Dengan
sering meninggalkan prakteknya sebagai dokter, Koch membuktikan
bahwa bakteri tersebut penyebab anthrax dengan cara memisahkan
bakteri untuk bahan tersebut dari bakteri lain yang ada kemudian
menginjeksikannya ke dalam tikus yang sehat. Tikus selanjutnya
menunjukkan perkembangan menuju anthrax dan bakteri yang diisolasi
dari tikus menunjukkan kesamaan bakteri yang berasal dari domba yang
sakit sebelumnya. Pada 1876, setelah meneliti selama 6 tahun Koch
mengumumkan bahwa dia telah menemukan bakteri penyebab anthrax. Ia
juga menyarankan bahwa ternak sakit supaya dibunuh dan dibakar atau
dikubur yang dalam, setelah ia mengetahui bahwa spora yang dihasilkan
oleh bakteri dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan di daerah
peternakan.

Dengan penemuan anthraxnya Koch merupakan orang pertama
yang membuktikan mikroba tertentu merupakan agen penyakit tertentu.
Selanjutnya Koch dan peneliti lain menemukan bakteri penyebab
tuberculosis dan cholera. Perkembangan teknik laboratorium untuk
mempelajari mikroorganisme. Koch dan anggotanya banyak memberi
kontribusi mengenai teknik-teknik tersebut. Diantaranya adalah prosedur
pengecatan bakteri untuk pengamatan dengan mikroskop cahaya. Salah
satu kolega Koch adalah Paul Erlich (1854–1915) yang melakukan
penelitian terhadap spesimen dan menggunakannya untuk mewarnai
bakteri termasuk bakteri penyebab tuberkulosis.

Teknik Biakan Murni

Secara kebetulan seorang pria Jerman melihat bahwa koloni yang
tumbuh pada kentang yang telah direbus pada akhirnya dapat menemukan
jalan untuk memisah menjadi individu-individu. Caranya: mereka
mengembangkan media spesifik untuk menumbuhkan mikroorganisme.
Media adalah substansi yang memenuhi kebutuhan nutrisi
mikroorganisme. Koch dan koleganya juga menunjukkan senyawa dari
alga yang disebut agar dapat membuat media menjadi padat. Richard J.
Petri (1852–1921) membuat piringan kaca bertutup untuk menempatkan
media agar alat tersebut selanjutnya disebut Petri dish yang masih
digunakan sampai sekarang. Pada tahun 1892, dengan menggunakan
teknik biakan murni Koch dan anggotanya menemukan agen-agen
penyebab typus, dipteri, tetanus, pneumonia dan lain sebagainya. Koch
mengenalkan penggunaan hewan sebagai model untuk penyakit manusia
dengan cara menginjeksikan bakteri ke tubuh mencit, kelinci, babi atau
domba. Ia bahkan menempelkan kamera pada mikroskopnya untuk
mengambil gambar dan menggunakannya sebagai bukti untuk
menghilangkan keraguan.

Postulat Koch
Pada tahun 1880, Koch memanfaatkan kemajuan metoda
laboratorium dan menentukan kriteria yang diperlukan untuk
membuktikan bahwa mikroba spesifik merupakan penyebab penyakit
tertentu. Kriteria ini dikenal dengan postulat Koch yaitu:

1. Mikroorganisme tertentu selalu ditemukan berasosiasi dengan
penyakit yang ditimbulkan.

2. Mikroorganisme dapat diisolasi dan ditumbuhkan sebagai biakan
murni di laboratorium

3. Biakan murni tersebut bila diinjeksikan pada hewan yang sesuai
dapat menimbulkan penyakit

4. Mikroorganisme tersebut dapat diisolasi kembali dari hewan yang
telah terinfeksi tersebut
Adanya kriteria tersebut menjadi jalan ditemukannya berbagai
bakteri penyebab berbagai penyakit dalam waktu yang cukup singkat
(kurang dari 30 tahun). Penemuan virus, adanya bakteri yang dapat
menimbulkan berbagai penyakit serta adanya penyakit tertentu yang
ditimbulkan oleh lebih dari 1 mikroorganisme memerlukan modifikasi
dari postulat Koch.

Pada tahun 1892 Dimitri Ivanovski menunjukkan bahwa agen
yang menyebabkan penyakit mosaik pada tembakau dapat ditularkan
melalui ekstrak tanaman yang sakit. Ekstrak tersebut disaring dengan
filter yang ditemukan oleh kawan-kawan Pasteur dimana filter tersebut
diketahui dapat menyaring bakteri. Penelitian selanjutnya menunjukkan
bahwa agen tersebut mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil dari
bakteri. Yellow fever merupakan penyakit pertama pada manusia yang
diketahui disebabkan oleh virus.

Pada tahun 1900 seorang ahli bedah bernama Walter reed (1851
–1902) dengan menggunakan manusia sebagai volunteer membuktikan
bahwa virus tersebut dibawa oleh nyamuk tertentu lainnya membwa
protozoa penyebab malaria. Salah satu cara penting untuk mencegah
penyakit tersebut adalah menguras air tergenang yang digunakan nyamuk
untuk tempat berkembang biak.
Perkembangan dan Pencegahan Penyakit
Epidemik adalah penyakit tertentu yang menyerang banyak
daerah misalnya penyakit bubon yang dikenal dengan penyakit hitam
yang mematikan yang disebabkan oleh bakteri terjadi di Eropa selama
periode tahun 1347–1350. Sepertiga sampai setengah populasi di Eropa
meninggal karena penyakit tersebut. Hewan pengerat, terutama tikus,
berperan sebagai sumber bakteri basilus dan ditransmisikan/ditularkan ke
manusia melalui lalat. Tahun 1917–1919 malaria telah membunuh
setengah juta penduduk Amerika dan 21 juta manusia di seluruh dunia.
Jumlah tersebut mencapai 3 kali jumlah manusia yang terbunuh selama
perang dunia I. Jadi mikroba terbukti lebih mematikan dibanding peluru.
Dengan pengetahuan bahwa mikroorganisme dapat merupakan penyebab
penyakit ilmuwan lebih memusatkan perhatiannya bagaimana cara
pencegahan dan therapinya.

Penemuan Antiseptik

Secara umum septis berarti efek toksis dari mikroorganisme
penyebab penyakit pada tubuh selama infeksi. Antiseptik; ukuran-ukuran
yang menghentikan efek tersebut dengan pencegahan infeksi.
Oliver Weldell Holmes (1809 0 1894) seorang dokter Amerika
pada tahun 1843 menekankan bahwa penyakit demam pada wanita
bersifat menular. Oleh karena itu ditularkan dari satu wanita lain melalui
tangan dokter. Tahun 1846 seorang dokter dari Hungaria, Ignaz Philipp
Semmelweiz menemukan penggunaan klorin sebagai desinfektan untuk

memvaksinasikan para pekerjanya di peternakan yang telah terkena
cowpox dari ternak sapinya tetapi tidak pernah berkembang menjadi
serius. Jenner menduga bahwa menghadapi cawpox akan mencegahnya
dari serangan smallpox. Untuk membuktikan hipotesisnya Jenner
menginokulasi pendapat dari James Philips pertama dengan materi yang
menyebabkan cowpox yang diambil dari luka, kemudian dari agen
smallpox. Anak laki-laki tersebut tidak menununjukkan gejala smallpox.
Nama Pasteur selanjutnya dikenal dimana-mana banyak orang dianggap
sebagai peneliti tentang mikroorganisme yang azaib. Untuk itu ia diminta
membuat vaccin pencegah hidrofobia atau rabies, penyakit yang
ditularkan ke manusia melalui gigitan anjing, kucing atau hewan yang
terinfeksi lainnya. Pasteur adalah seorang ahli kimia, bukan dokter dan
Pasteur tidak biasa memperlakukan manusia. Disamping kenyataan
bahwa penyebab penyakit rabies belum diketahui, tetapi Pasteur
mempunyai keyakinan yang kuat bahwa itu adalah mikroorganisme. Ia
dapat membuat kelinci terkena penyakit setelah diinokulasi dengan saliva
anjing. Selanjutnya Pasteur dan asistennya mengambil otak dan tulang
belakang kelinci tersebut dan menginginkannya dan membuatnya
menjadi larutan. Anjing yang diinokulasi dengan campuran tersebut dapat
terhindar dari rabies. Akan tetapi vaksinasi terhadap anjing sangat
berbeda dengan manusia. Pada bulan Juli 1885, seorang anak laki-laki
bernama Joseph Meister digigit oleh serigala dan keluarganya membujuk
Pasteur untuk menginokulasi anak tersebut Kekawatiran Pasteur dan
orang-orang menjadi berkurang setelah anak laki-laki tersebut tidak mati.
Selanjutnya Pasteur menjadi terkenal dan memperoleh banyak dana yang
kemudian digunakan untuk mendirikan Institute Pasteur di Paris yang
sangat terkenal.
Chemoterapi
Chemoterapi telah dilakukan selama ratusan tahun. Misalnya;
merkuri telah digunakan untuk mengobati sifilis pada tahun 1495 dan
kulit kayu pohon kina (cinchona) digunakan untuk mengobati malaria.
Orang tahu bahwa tumbuhan berperan sebagai bahan untuk chemoterapi.
Paul Erlich melalui chemoterapi modern dengan membuat
senyawa kimia yang dapat membunuh mikroba spesifik penyebab sifilis.
Untuk penemuan tersebut ia mendapat Nobel tahun 1908. Alexander
Fleming (1881–1955) menemukan penicilin, senyawa kimia yang
dihasilkan mikroorganisme jamur Penicellium notatum. Fleming
menduga bahwa jamur tersebut menghasilkan sesuatu yang menghambat

pertumbuhan bakteri. Tulisannya mengenai hal tersebut tidak mendapat
perhatian sampai 10 tahun kemudian saat peneliti dari Universitas Oxford
mencoba menemukan senyawa antibakteri yang berasal dari
mikroorganisme. Sebagian dari riset ini untuk mengobati korban perang
dunia kedua dan penyakit ternak. Peneliti yang dipimpin oleh Howard W.
Florey dan Ernest Chain melakukan pengobatan dengan penicilin yang
hasilnya sangat memuaskan. Penicilin selanjutnya dianggap sebagai obat
mujarab. Florey, Chain, dan Fleming mendapat Nobel untuk penemuan
tersebut. sekian terimakasih semoga mangfaat

{ 0 komentar ... read them below if any or add comment }

Poskan Komentar

Sampaikan kritik dan saran anda dengan bijak, Terima kasih

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
info lengkap - Infi hari ini Kumpulan Terbaru Di Dunia