Prinsip Pembelajaran

Diposkan oleh Deni Dn on Rabu, 27 Februari 2013
prinsip pembelajaran -yang perlu mendapat perhatian khusus dalam
program sertifikasi guru dalam jabatan melalui pendidikan, antara lain.

1. Belajar dengan berbuat.
Prinsip learning by doing tidak hanya diperlukan dalam pembentukan
ketrampilan, melainkan juga pada pembentukan pengetahuan dan sikap.
Dengan prinsip ini, pengetahuan dan sikap terbentuk melalui pengalaman
dalam menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang ditugaskan termasuk
mengatasi masalah-masalah yang dihadapi di lapangan.

2. Keaktifan peserta didik.
Proses pembelajaran diarahkan pada upaya untuk mengaktifkan peserta
didik, bukan dalam arti fisik melainkan dalam keseluruhan perilaku
belajar. Keaktifan ini dapat diwujudkan antara lain melalui: pemberian
kesempatan menyatakan gagasan, mencari informasi dari berbagai
sumber dan melaksanakan tugas-tugas yang merupakan aplikasi dari
konsep-konsep yang telah dipelajari.

3. Dampak pengiring.
Di samping diarahkan pada pencapaian dampak instruksional
(instructional effects), proses pembelajaran diharapkan mengakomodasi
upaya pencapaian dampak pengiring (nurturant effects). Upaya ini akan
membantu pengembangan sikap dan kepribadian peserta didik sebagai
guru, di samping penguasaan materi perkuliahan.

4. Penggunaan multi-metode dan multi-media.
Penggunaan berbagai model, metode, dan teknik pembelajaran harus
dapat dioptimalkan sehingga di samping untuk meningkatkan efektivitas
pembelajaran, dapat pula terwujud suasana pembelajaran yang ‘hidup’
dan tidak membosankan. Penggunaan multi-cara ini perlu dilengkapi
dengan penggunaan multi-media, baik media cetak, media elektronik,
maupun obyek nyata (realita).

5. Mekanisme balikan secara berkala.
Penggunaan mekanisme balikan melalui asesmen secara berkala akan
mendukung upaya pencapaian kompetensi. Praktik asesmen melalui kuis-
kuis singkat dan tugas-tugas jangka pendek yang diperiksa dan dinilai
dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran.

6. Pemanfaatan teknologi informasi.
Keterampilan memanfaatkan teknologi informasi perlu dikembangkan
dalam semua perkuliahan, baik untuk mengembangkan pengetahuan dan
ketrampilan maupun sebagai media pembelajaran.

7. Pengakraban dengan situasi nyata.
Pengenalan lapangan dilakukan sejak awal tidak hanya menjelang akhir
program, melalui kunjungan ke sekolah pada waktu-waktu tertentu.
Kegiatan dirancang dan dilaksanakan sebagai tugas perkuliahan.

D. Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM)
PKM merupakan kulminasi dari program sertifikasi guru dalam jabatan
melalui jalur pendidikan. Kegiatan PKM dilakukan di sekolah mitra dengan
bimbingan secara intensif dari dosen pembimbing praktik dan guru pamong.
Sekolah mitra yang digunakan untuk pelaksanaan PKM harus dapat merasakan
adanya peningkatan dalam kualitas pembelajaran yang selanjutnya
berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Hal itu hanya
mungkin terjadi bila bimbingan peserta didik oleh dosen pembimbing dan
guru pamong dilakukan secara terencana, kolaboratif, dan bersinambungan.
Dengan demikian, pengamatan dan refleksi terhadap pembelajaran harus
dilakukan oleh guru pamong dan dosen pembimbing secara bersama. Agar
hasil bimbingan itu berkualitas maka diperlukan dosen pembimbing dan guru
pamong yang berkualitas.

Guru pamong setidaknya:
1. Guru di sekolah mitra dengan kualfikasi akademik minimal Sarjana S1
2. Memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 10 tahun
3. Ditunjuk oleh kepala sekolah secara formal untuk mendampingi guru
dalam rangka sertifikasi.

Oleh karena itu, sekolah mitra yang dipilih haruslah sekolah yang telah
terakreditasi oleh Badan Akreditasi Sekolah (BAS) dengan nilai minimal B.
Jumlah sekolah mitra yang diperlukan harus sepadan dengan jumlah peserta
didik yang akan melaksanakan PKM. Dosen pembimbing dan guru pamong
harus berada di kelas selama peserta didik melakukan praktek pembelajaran
dan hadir memberikan masukan dalam refleksi yang diadakan setelah
pembelajaran berlangsung pada hari itu juga. Tahap pelaksanaan PKM adalah
sebagai berikut.

1. Orientasi yang mengkomunikasikan tugas dan kewajiban peserta dalam
PKM.
2. Latihan keterampilan mengajar sesuai kebutuhan peserta.
3. Latihan terbimbing dalam merencanakan dan melaksanakan
pembelajaran.

4. Latihan mandiri termasuk di dalamnya melakukan PTK.
Langkah-langkah tersebut harus dijabarkan secara operasional oleh masingmasing
LPTK dengan mempertimbangkan bobot PKM sebesar 6 sks, sehingga
pelaksanaan PKM harus berlangsung satu semester penuh. Misalnya LPTK
menetapkan banyaknya tugas mengajar yang harus dilakukan peserta, baik
dalam latihan terbimbing maupun dalam latihan mandiri.

E. Asesmen
Asesmen dalam program sertifikasi guru melalui pendidikan dilakukan
oleh LPTK penyelenggara. Hasil asesmen digunakan untuk menentukan
kelayakan peserta mengikuti uji kompetensi.

1. Perkuliahan Tatap Muka
a. Asesmen dilakukan secara berkelanjutan untuk keperluan balikan dan
perbaikan (formatif), dan juga untuk keperluan penentuan kelulusan
(sumatif). Asesmen tersebut mencakup ujian tengah dan akhir semester
serta tugas-tugas sepanjang perkuliahan berlangsung. Ujian yang diberikan
mencakup tes tulis dan/atau tes kinerja sesuai dengan kompetensi yang
diharapkan. Jika diperlukan, dapat pula diberikan tes lisan. Tugas-tugas
yang diberikan lebih diarahkan pada penerapan konsep-konsep yang telah
dipelajari secara bertahap.

b. Berdasarkan ciri kurikulum berbasis kompetensi, asesmen dilakukan
dengan menggunakan pendekatan Penilaian Acuan Kriteria (PAK) yang
hasilnya menggambarkan profil kompetensi yang telah dan belum dicapai
peserta didik. Pendekatan PAK diterapkan baik dalam pengembangan
materi asesmen maupun analisis hasil yang dicapai. Nilai hasil asesmen
dinyatakan dalam persentase pencapaian kompetensi seperti 30%, 50%,
85%, dan seterusnya. Di samping dalam bentuk nilai, hasil asesmen setiap
matakuliah dilengkapi pula dengan deskripsi tentang kompetensikompetensi
yang masih perlu ditingkatkan.

Prinsip Pembelajaran

c. Kriteria minimal kelulusan dalam suatu matakuliah disarankan 75% dengan
catatan peserta didik yang hasil asesmennya di bawah kriteria minimal
diberi kesempatan untuk mengulang/memperbaiki tugas sampai berhasil
dengan dukungan program remedial.

2. Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM)
a. Asesmen untuk menilai kinerja peserta didik dalam PKM dilakukan dengan
menggunakan Instrumen Penilaian Kemampuan Guru (IPKG) yang
mencakup: (1) penilaian terhadap rencara pelaksanaan pembelajaran
(RPP); dan (2) penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran. Nilai yang
diperoleh dari kedua instrumen tersebut dicantumkan secara terpisah. Di
samping dalam bentuk nilai, hasil asesmen dalam PKM dilengkapi pula
dengan deskripsi kompetensi-kompetensi yang masih perlu ditingkatkan.

b. Asesmen formatif untuk setiap peserta didik perlu didokumentasikan
sehingga dapat dilihat perkembangan/peningkatan kualitas pembelajaran
yang dilakukan selama PKM.
Kriteria nilai minimal kelulusan bagi peserta program adalah B. Peserta
dengan hasil asesmen di bawah kriteria minimal diberi latihan tambahan
sampai berhasil mencapai nilai minimal.

3. Uji Kompetensi
Penyelenggaraan program pendidikan dalam rangka sertifikasi guru di LPTK
diakhiri dengan asesmen. Hasil asesmen digunakan untuk menentukan
kelayakan peserta mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan KSG.
Peserta yang telah lulus direkomendasikan oleh LPTK untuk mengikuti uji
kompetensi yang mencakup uji tulis dan uji kinerja.
inilah artikel tentag Prinsip Pembelajaran

{ 0 komentar ... read them below if any or add comment }

Poskan Komentar

Sampaikan kritik dan saran anda dengan bijak, Terima kasih

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
info lengkap - Infi hari ini Kumpulan Terbaru Di Dunia