MENGHARGAI UPAYA PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA

Diposkan oleh Deni Dn on Sabtu, 09 Maret 2013
MENGHARGAI UPAYA PENEGAKAN HAK ASASI
MANUSIA

Bagaimana upaya penegakan HAM? Upaya
penegakan HAM dapat dilakukan melalui jalur
hukum dan politik. Maksudnya terhadap berbagai
pelanggaran HAM maka upaya menindak para
pelaku pelanggaran diselesaikan melalui Pengadilan
HAM bagi pelanggaran HAM berat dan melalui KKR
(Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi).

Upaya penegakan HAM melalui jalur
Pengadilan HAM, mengikuti ketentuan-ketentuan
antara lain, sebagai berikut:

1. Kewenangan memeriksan dan memutus perkara
pelanggaran hak asasi manusia yang berat
tersebut di atas oleh Pengadilan HAM tidak
berlaku bagi pelaku yang berumur di bawah 18
tahun pada saat kejahatan dilakukan.

2. Terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat
yang terjadi sebelum diundangkan UURI No.26 Tahun
2000, diperiksa dan diputus oleh Pengadilan HAM ad
hoc. Pembentukan Pengadilan HAM ad hoc diusulkan
oleh DPR berdasarkan pada dugaan telah terjadinya
pelanggaran hak asasi manusia yang berat yang dibatasi
pada tempat dan waktu perbuatan tertentu (locus dan
tempos delicti ) yang terjadi sebelum diundangkannya
UURI No. 26 Tahun 2000.

3. Agar pelaksanaan Pengadilan HAM bersifat jujur, maka
pemeriksaan perkaranya dilakukan majelis hakim
Pengadilan HAM yang berjumlah 5 orang. Lima orang
tersebut, terdiri atas 2 orang hakim dari Pengadilan
HAM yang bersangkutan dan 3 orang hakim ad hoc

(diangkat di luar hakim karir).
Sedang penegakan HAM melalui KKR penyelesaian
pelanggaran HAM dengan cara para pelaku mengungkapkan
pengakuan atas kebenaran bahwa ia telah melakukan
pelanggaran HAM terhadap korban atau keluarganya,
kemudian dilakukan perdamaian. Jadi KKR berfungsi
sebagai mediator antara pelaku pelanggaran dan korban

atau keluarganya untuk melakukan penyelesaian lewat
perdamaian bukan lewat jalur Pengadilan HAM.
Dalam upaya penegakan HAM peran korban dan
saksi sangat menentukan, oleh karena itu mereka perlu
memperoleh jaminan keamanan. Bagaimanakah jaminan
terhadap para korban dan saksi yang berupaya menegakkan
HAM? Dalam rangka memperoleh kebenaran faktual,
maka para korban dan saksi dijamin perlindungan fisik
dan mental dari ancaman, gangguan, teror dan kekerasan
dari pihak manapun. Kemudian untuk memenuhi rasa
keadilan maka bagi setiap korban pelanggaran hak asasi
manusia yang berat berhak memperoleh ganti rugi oleh
negara (kompensasi), ganti rugi oleh pelaku atau pihak
ketiga (restitusi), pemulihan pada kedudukan semula,
seperti nama baik, jabatan, kehormatan atau hak-hak lain
(rehabilitasi).

Kegiatan seperti apa yang dapat digolongkan sebagai
menghargai upaya penegakan HAM? Secara sederhana
ukuran yang dapat dipakai untuk menentukan kegiatan
yang dapat digolongkan (dikategorikan) menghargai upaya
penegakan HAM adalah setiap sikap dan perilaku yang
positif untuk mendukung upaya – upaya menindak secara
tegas pelaku pelanggaran HAM baik melalui jalur hukum
maupun melalui jalur politik, seperti KKR, pemberian
rehabilitasi, restitusi, dan kompensasi.
Beberapa contoh kegiatan yang dapat dimasukan
menghargai upaya penegakan HAM, antara lain :

1. Membantu dengan menjadi saksi dalam proses
penegakan HAM;

2. Mendukung para korban untuk memperoleh restitusi
maupun kompensasi serta rehabilitasi;
3. Tidak mengganggu jalannya persidangan HAM di
Pengadilan HAM;

4. Memberikan informasi kepada aparat penegak hukum
dan lembaga – lembaga HAM bila terjadi pelanggaran
HAM;

5. Mendorong untuk dapat menerima cara rekonsiliasi
melalui KKR kalau lewat jalan Peradilan HAM
mengalami jalan buntu, demi menghapus dendam yang
berkepanjangan yang dapat menghambat kehidupan
yang damai dan harmonis dalam bermasyarakat.
inilah  MENGHARGAI UPAYA PENEGAKAN HAK ASASI
MANUSIA

{ 0 komentar ... read them below if any or add comment }

Poskan Komentar

Sampaikan kritik dan saran anda dengan bijak, Terima kasih

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
info lengkap - Infi hari ini Kumpulan Terbaru Di Dunia